Memiliki Kamera Ponsel Yang Apik, Huawei Dapat Membuat Foto 3D

Memiliki Kamera Ponsel Yang Apik, Huawei Dapat Membuat Foto 3D – Huawei diadukan berencana untuk mengenalkan ponsel baru yang dapat mengambil gambar dengan bentuk tiga dimensi, alias 3D. Perangkat itu mempunyai nama kode Princeton.

Dalam menciptakan ponsel ini, Huawei berkolaborasi dengan Sony sebagai pembuat sensor yang memungkinkan guna memotret gambar secara 3D. Fitur ini sendiri pun dinamakan sebagai 3D Camera oleh Huawei.

“Ini ialah teknologi yang belum pernah tampak sebelumnya, dan mempunyai potensi guna mengubah teknik kita dalam menyaksikan dunia,” ujar Yusuke Toyoda, analis dari Fuji Chimera Research, sebagaimana detikINET kutip dari Bloomberg, Rabu (5/12/2018).

Selain dapat menghasilkan gambar yang dapat dilihat dari sekian banyak arah, kamera baru Huawei ini juga dapat membuat model 3D dari orang atau objek yang dapat digunakan pada software berbasis augmented reality. Kamera itu juga dapat memungkinkan semua pengembang untuk meningkatkan sejumlah gerakan dari pemakai dalam mengoperasikan aplikasinya.

Kabaranya, Huawei akan mencantumkan kamera ini di lebih dari satu ponsel. Walau begitu, urusan itu masih dapat berubah. Berdasarkan penjelasan dari suatu sumber, smartphone ini akan diberitahukan pada bulan Desember, sementara penjualannya bakal dimulai sejumlah pekan setelahnya.

Menarik guna ditunggu, apakah Huawei benar-benar menghadirkan suatu ponsel, atau malah sejumlah ponsel yang memiliki keterampilan seperti ini. Tentunya urusan ini akan meningkatkan panas persaingan semua vendor dalam menghadirkan inovasi di smartphone buatannya, laksana yang telah terlihat pada ponsel layar lipat dan ponsel layar bolong.

Kebangkitan Smartphone Huawei Akan Mengancam Negara Amerika

Huawei sudah lumayan lama tidak akur dengan otoritas Amerika Serikat. Puncaknya barangkali dengan ditangkapnya Meng Wanzhou, Chief Financial Officer Huawei.

“Saat perusahaan China tumbuh semakin kuat, mereka menghadapi lebih tidak sedikit halangan di pasar mancanegara karena dirasakan sebagai ancaman untuk pemain lokal,” begitu pendapat dari Xiang Ligang dari situs telekomunikasi cctime.com.

Pada tahun 2003, Cisco mengayunkan gugatan hukum kesatu pada Huawei. Lalu di tahun 2010, Motorola menuding Huawei menculik rahasia dagang.

Dan semenjak tahun 2016, otoritas Amerika Serikat mencurigai Huawei mengapalkan produk mereka yang asal AS ke Iran, di mana urusan itu adalahpelanggaran hukum ekspor.

Tak melulu itu, AS belum lama ini meminta negara sekutunya tidak lagi menggunakan perangkat telekomunikasi 5G produksi Huawei. Ditakutkan, pemerintah China mematai-matai melewati perangkat itu.

Dikutip detikINET dari Global Times, walau mendapat kendala berat di AS dan sejumlah negara lain, Huawei agresif di pasar Uni Eropa dan Afrika dan lumayan membuahkan hasil.

Huawei jadi vendor infrastruktur telekomunikasi terbesar dunia di tahun 2017, mendahului Ericsson dan ZTE, menurut data IHS. Mereka punya pangsa pasar 28%, dibuntuti Ericsson dan Nokia, setiap mempunyai market share 27% dan 23%.

Huawei pun telah menjadi runner up produsen ponsel terbesar di dunia ketika ini, menyalip Apple. Mereka melulu kalah dari Samsung.

Samsung Ketauan Ngetweet Menggunakan Iphone

Samsung Ketauan Ngetweet Menggunakan Iphone – Kasus ngetweet promosi ponsel memakai produk kompetitor terjadi lagi. Tapi kali ini bukan brand ambasador yang berulah, tetapi vendor tersebut sendiri.

Vendor tersebut ialah Samsung. Jadi akun Twitter Samsung Nigeria tengah mempromosikan layar Super AMOLED yang dimiliki Galaxy Note 9.

Kicauan itu ternyata diposting memakai iPhone. Seperti anda ketahui iPhone adalahponsel pesaing berat Samsung.

Marquest Brownlee -pemilik channel YouTube MKBHD- yang mendapati urusan itu kesatu kali. Setelah tercyduk, vendor asal Korea Selatan tersebut menghapus tweetnya itu.

Bahkan mereka sempat menonaktifkan akun Samsung Nigeria. Tapi saat detikINET mengawasi pada Senin (12/3/2018), akun Twitter @SamsungMobileNG telah aktif kembali.

Nah rupanya permasalahan Samsung ngetweet gunakan iPhone bukan kali kesatu ini terjadi. Belum lama akun Samsung Saudi pun kedapatan mengerjakan hal serupa. Mereka mempromosikan Galaxy Note 9 menggunakan ponsel produksi Apple.

Mudah-mudahan permasalahan seperti ini tidak terulang kembali. Sebelumnya sebanyak brand ambasador kedapatan memposting promosi produk di media sosial memakai perangkat pesaing. Aktris Gal Gadot salah satunya, dia memuji soal Huawei Mate 20 dalam kicauannya yang diposting memakai iPhone.

Samsung Masih Menjadi Raja Di dunia Smartphone, Huawei Mulai Tumbuh Signifikan

Lembaga penelitian Gartner merilis laporan penjualan ponsel global sepanjang kuartal ketiga 2018. Mereka masih mendaulat Samsung sebagai raja, sedangkan Huawei terdaftar tumbuh signifikan.

Dalam laporan Gartner, penjualan ponsel sepanjang Juli sampai September merasakan peningkatan dari periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 389 juta unit yang terjual, naik 1,4%.

Samsung dilafalkan menjual 73,360 juta. Angka ini turun dari tahun sebelumnya 85,605 juta. Sepertinya kehadiran Galaxy Note 9 maupun produk mid-end mereka tidak begitu ampuh menaikkan penjualan.

Akibatnya market share Samsung sekarang 18,9%. Sebelumnya mereka menguasai 22,3% pasar.

Di peringkat kedua terdapat Huawei. Seperti disebut-sebut di muka, vendor asal China ini merasakan pertumbuhan yang paling tinggi.

Pada kuartal ketiga 2017, mereka melulu mampu memasarkan 36,5 juta unit ponsel. Kini Huawei tercatat memasarkan 52,2 juta unit ponsel. Membuat mereka menguasai 13,4% pangsa pasar yang sebelumnya melulu 9,5%.

Apple sedang di peringkat ketiga. Angka penjualan mereka serupa tahun lalu, yaitu 45 juta unit. Membuat mereka menguasai market share 11,8%.

Xiaomi memenuhi posisi keempat. Pada kuartal ketiga tahun ini mereka dapat menjual 33,2 juta, sebelumnya 26,9 juta. Sehingga market share mereka dari 7% menjadi 8,5%.

Peningkatan penjualan juga disalin Oppo yang sedang di posisi kelima. Mereka dapat menjual 30,6 juta unit. Tahun kemudian Oppo sukses mencatat penjuala 29,4 juta. Ini membuatnya menguasai 7,9% pasar dari sebelumnya 7,7%.

Apakah Benar Kamera Smartphone Huawei di Rancang Oleh Leica ?

Apakah Benar Kamera Smartphone Huawei di Rancang Oleh Leica ? – Kolaborasi Leica dengan Huawei semenjak tahun 2013 menciptakan pecinta fotografi penasaran dengan hasil kerja sama dua vendor itu.

Sebab, untuk kalangan fotografer, Leica adalahsalah satu pabrikan kamera legendaris dan dominan di dunia fotografi. Melalui Huawei, Leica mulai mengembangkan sayap ke smartphone.

Teknologi Leica pada lini Huawei dapat ditemukan di “P” series laksana P9, P20 atau P30 (non-lite) dan pun “Mate” series laksana yang sangat baru, Mate 20. Tapi sebetulnya seberapa jauh peran Leica dalam pengembangan kamera ponsel Huawei?

Dalam suatu sesi wawancara eksklusif di markas Leica di Kota Wetzlar, Jerman, Dr. Florian Weiler selaku Project Manager Optical Design Leica Camera AG mengungkap bahwa secara umum, andil Leica lebih tidak sedikit di sektor desain sistem kamera.

“Dari Leica, beberapa besar soal optical design dan kualitas, sedangkan bagian Huawei lebih tidak sedikit fokus pada algoritma dan software,” papar Wailer.

Ia sesumbar bahwa ada suatu tim eksklusif yang berkutat pada spesifikasi desain, teknologi optis, dan juga sejumlah inovasi lainnya guna dipasangkan ke ponsel Huawei.

Khusus guna fitur 5x hybrid optical zoom di P30 Pro, gagasan ini ternyata datang dari tim penelitian dan pengembangan (RnD) Huawei, bukan Leica.

“Ya, jadi dari RnD kami telah lama meriset mengenai sensor optical zoom ini,” jelas Changzhu Li, Vice President of Huawei CBG Smartphone Product Line.

Meski begitu, campur tangan Leica tetap dominan cukup signifikan. Lebih spesifik lagi guna quad-camera yang terpatri di punggung. Sebab, keterlibatan Leica tak tergolong di sektor kamera depan.

“Kami tidak bekerja secara langsung guna kamera depan, kami konsentrasi ke kamera utama,” imbuh Weiler. Namun, Li menyatakan sangat senang dengan penambahan kamera depan pada lini P30.

“Ya, tersebut (selfie) memang bertambah (kualitasnya), saya paling senang. Tapi selfie tersebut tricky, sebab gambar yang dipungut disesuaikan dengan yang Anda inginkan bukan cocok kenyataan,” kelakar Li.

Campur tangan Leica tak cuma guna gambar. Li pun sesumbar bahwa Leica turut tercebur dalam penambahan fitur video. Hal ini terlihat dari watermark Leica yang tertempel di sudut kiri video yang dipungut dari kamera belakang.

Meski begitu, Weiler menyatakan Leica tak terlalu tidak sedikit bekerja guna kualitas gambar di video.

“Pembuatan algoritma (video) lebih tidak sedikit dilakukan Huawei,” imbuhnya, melanjutkan penyampaian Li.

Harga Huawei P30 dan P30 Pro lebih Murah di China di Bandingkan Negara Eropa ?

Duo ponsel Huawei seri P30 baru saja dikenalkan di Paris, Perancis, pekan lalu.

Di kota dengan julukan “City of Lights” tersebut, varian termurah P30 dibanderol dengan harga 799 Euro (Rp 12,7 juta) sedangkan varian termurah P30 Pro dibanderol dengan harga 999 euro (Rp 16 juta). Harga P30 pro varian tertinggi menjangkau 1.249 euro atau Rp 20 juta.

Namun, di negara asalnya, yakni China, Huawei P30 dan P30 Pro disinyalir akan dibanderol dengan harga jauh lebih murah daripada harga peluncuran di Paris.

Hal ini diketahui dari bocoran gambar yang mengungkap informasi harga untuk semua varian P30 dan P30 Pro. Gambar ini telah tersebar di dunia maya lewat website microblogging Weibo.

Rencananya, informasi harga tersebut akan diumumkan pihak Huawei pada tanggal 11 April mendatang di suatu acara khusus untuk mengenalkan Huawei P30 dan P30 Pro di Negeri Tirai Bambu, tetapi agaknya kadung bocor.

Berdasarkan bocoran, varian termurah P30 reguler (RAM 8 GB + kenangan internal 64 GB), di China melulu dibanderol dengan harga 3.988 Yuan (Rp 8,4 juta).

Perlu dicatat, di China, P30 reguler melulu tersedia dalam varian terendah dengan RAM 8 GB. Sementara, di Eropa sendiri, terdapat P30 reguler dengan RAM 6 GB. Meski begitu, tetap saja harganya lebih murah walau dengan RAM lebih besar.

Lalu, varian termahal P30 Pro (RAM 8 GB + kenangan internal 512 GB) dibanderol dengan harga 6.988 Yuan (Rp 14,8 juta), bertolak belakang jauh dari harga Eropa yang selama Rp 20 juta.

Berikut informasi harga Huawei P30 dan P30 Pro yang bakal meluncur lewat suatu acara di China sejumlah hari yang bakal datang, menurut gambar bocoran.

Huawei P30
– 8 GB RAM + 64 GB storage – 3.988 Yuan (Rp 8,4 juta)
– 8 GB RAM + 128 GB storage – 4.488 Yuan (Rp 9,5 juta)
– 8 GB RAM + 256 GB storage – 4.988 Yuan (Rp 10,5 juta)

Huawei P30 Pro
– 8 GB RAM + 128 GB storage – 5.588 Yuan (Rp 11,8 juta)
– 8 GB RAM + 256 GB storage – 6.288 Yuan (Rp 13,3 juta)
– 8 GB RAM + 512 GB storage – 6.988 Yuan (Rp 14,8 juta)

Seluruh varian ini sudah dapat dipesan di website e-commerce China, VMall, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GSMArena, Senin (1/4/2019). Meski begitu, belum diketahui tentu kapan penjualan perdananya dimulai.

Untuk ketersediaannya di Indonesia, Huawei P30 dan P30 Pro sendiri rencananya segera dijual di Tanah Air dan sesi pre-order akan dimulai pada tanggal 12 April 2019.

Bahkan e-commerce Lazada telah mendaftarkan kedua produk ini di website mereka. Namun, di website itu, kedua ponsel teranyar dari Huawei ini belum dapat dipesan dan harganya pun pun belum dipasang.

Belum diketahui apakah banderol Huawei P30 di Indonesia bakal lebih dekat ke harga di China atau Eropa.

Spesifikasi P30 dan P30 Pro

Huawei P30 adalahponsel dengan bentang layar 6,1 inci dilengkapi dengan desain poni bak cucuran air atau “dot drop” yang menampung kamera selfie 32 MP.

Di belakangnya, terdapat tiga kamera yang setiap mempunyai resolusi 40 MP, 16 MP, dan 8 MP, serta dilengkapi dengan LED flash.

P30 reguler ditenagai dengan chipset Kirin 980, baterai 3.650 mAh, RAM 6/8 GB, serta kenangan internal sampai 256 GB.

Sementara “kakaknya”, yaitu Huawei P30 Pro, mengangkat layar 6,47 inci dengan desain panel dual-curved OLED dan pun mempunyai poni berbentuk “dot drop”, serupa dengan P30.

Pada aspek kamera, P30 Pro dibekali dengan empat kamera. Masing-masing kamera mempunyai resolusi 40 MP, 20 MP, 8 MP dengan periscope zoom, dan modul sensor ToF. Ada pula LED flash yang mendampingi empat kamera P30 Pro.

Serupa dengan versi reguler, P30 Pro ditenagai chip Kirin 980 dan RAM 8 GB. Pilihan kenangan internalnya agak berbeda, P30 Pro punya varian kenangan internal sampai 512 GB.

Kedua seri P30 ini menjalankan sistem operasi Android 9.0 Pie dan antarmuka ala Huawei, EMUI 9.1.