Perakit Smartphone iPhone Akan Pindah Ke Indonesia, Apa Alasannya ?

Perakit Smartphone iPhone Akan Pindah Ke Indonesia, Apa Alasannya ? – Perusahaan asal Taiwan yang merakit komponen iPhone, Pegatron, akan mengalihkan sebagian produksinya dari China ke Indonesia. Hal tersebut ditempuh karena akibat dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Lantas, apa yang bakal diproduksi Pegatron di Indonesia?

Mengutip Nikkei, Jumat (7/12/2018), Pegatron mengalihkan basis produksinya ke Indonesia, yaitu di Batam untu menghindari tarif impor yang dikenakan AS.

Nah, Pegatron akan menciptakan produk non-IPhone. Sebab, non-iPhone ini yang dikenakan tarif oleh AS.

Untuk mengantisipasi urusan tersebut, maka jalur yang ditempuh merupakan mencari distrik yang tidak dikenakan tarif laksana Indonesia.

“Pabrikan elektronik yang berbasis di Taiwan sedang bersiap untuk memindahkan produksi produk non-iPhone yang terpapar tarif AS atas ekspor China ke pabrik yang dicarter di Pulau Batam Indonesia dalam enam bulan ke depan,” demikian laporan Nikkei.

Perang dagang menjadikan posisi Pegatron menjadi terhimpit. Terlebih, perusahaan pun dihadapkan pada eskalasi upah.

Keputusan pindah ini tak akan diolah perusahaan. Meski, AS dan China menyimpulkan untuk ‘gencatan senjata’.

“Pertemuan Trump-Xi tidak bakal mempengaruhi tahapan Pegatron,” cerah sumber Nikkei.

Pegatron sendiri sebenarnya pun memperhitungkan Vietnam sebagai tempat investasi. Sebab, negara ini mempunyai rantai pasok elektronik yang berkembang semenjak kehadiran Samsung Electronics. Namun, Batam dirasakan lebih berkembang sampai-sampai menjadi pilihan.

Perakit Ponsel iPhone Memilih Pindah ke Batam Daripada Vietnam

Pegatron, perusahaan perakit iPhone asal Taiwan akan mengalihkan sebagian produksinya dari China ke Batam, Indonesia. Langkah itu sebagai akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Pegatron akan mencarter pabrik di Batam untuk buatan produk non-iPhone yang terpapar tarif AS atas ekspor China.

Melansir Nikkei, Jumat (7/12/2018), tadinya perusahaan pun mengkaji Vietnam sebagai tempat manufaktur. Negara ini mempunyai rantai pasok elektronik yang berkembang berkat beroperasinya perakitan ponsel pintar Samsung Electronics.

Namun, Batam menjadi lebih menjanjikan sebab investasi di sana lebih cepat berkembang.

“Tapi investasi di Pulau Batam lebih cepat dari lokasi lain,” kata seorang sumber yang tahu betul soal rencana ini.

Pulau Batam berdampingan dengan Singapura. Lokasinya melulu sekitar 20 km dari distrik tersebut. Batam pun bagian dari zona perniagaan bebas yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Sebagai tambahan, perang dagang menciptakan perusahaan merasakan posisi yang terhimpit lantaran bertambahnya upah dan berkurangnya tenaga kerja. AS dan China sendiri ketika ini dalam posisi gencatan senjata. Tapi, urusan tersebut tak mengolah keputusan perusahaan guna pindah.

“Pertemuan Trump-Xi tidak bakal mempengaruhi tahapan Pegatron,” cerah sumber.

Samsung Ketauan Ngetweet Menggunakan Iphone

Samsung Ketauan Ngetweet Menggunakan Iphone – Kasus ngetweet promosi ponsel memakai produk kompetitor terjadi lagi. Tapi kali ini bukan brand ambasador yang berulah, tetapi vendor tersebut sendiri.

Vendor tersebut ialah Samsung. Jadi akun Twitter Samsung Nigeria tengah mempromosikan layar Super AMOLED yang dimiliki Galaxy Note 9.

Kicauan itu ternyata diposting memakai iPhone. Seperti anda ketahui iPhone adalahponsel pesaing berat Samsung.

Marquest Brownlee -pemilik channel YouTube MKBHD- yang mendapati urusan itu kesatu kali. Setelah tercyduk, vendor asal Korea Selatan tersebut menghapus tweetnya itu.

Bahkan mereka sempat menonaktifkan akun Samsung Nigeria. Tapi saat detikINET mengawasi pada Senin (12/3/2018), akun Twitter @SamsungMobileNG telah aktif kembali.

Nah rupanya permasalahan Samsung ngetweet gunakan iPhone bukan kali kesatu ini terjadi. Belum lama akun Samsung Saudi pun kedapatan mengerjakan hal serupa. Mereka mempromosikan Galaxy Note 9 menggunakan ponsel produksi Apple.

Mudah-mudahan permasalahan seperti ini tidak terulang kembali. Sebelumnya sebanyak brand ambasador kedapatan memposting promosi produk di media sosial memakai perangkat pesaing. Aktris Gal Gadot salah satunya, dia memuji soal Huawei Mate 20 dalam kicauannya yang diposting memakai iPhone.

Samsung Masih Menjadi Raja Di dunia Smartphone, Huawei Mulai Tumbuh Signifikan

Lembaga penelitian Gartner merilis laporan penjualan ponsel global sepanjang kuartal ketiga 2018. Mereka masih mendaulat Samsung sebagai raja, sedangkan Huawei terdaftar tumbuh signifikan.

Dalam laporan Gartner, penjualan ponsel sepanjang Juli sampai September merasakan peningkatan dari periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 389 juta unit yang terjual, naik 1,4%.

Samsung dilafalkan menjual 73,360 juta. Angka ini turun dari tahun sebelumnya 85,605 juta. Sepertinya kehadiran Galaxy Note 9 maupun produk mid-end mereka tidak begitu ampuh menaikkan penjualan.

Akibatnya market share Samsung sekarang 18,9%. Sebelumnya mereka menguasai 22,3% pasar.

Di peringkat kedua terdapat Huawei. Seperti disebut-sebut di muka, vendor asal China ini merasakan pertumbuhan yang paling tinggi.

Pada kuartal ketiga 2017, mereka melulu mampu memasarkan 36,5 juta unit ponsel. Kini Huawei tercatat memasarkan 52,2 juta unit ponsel. Membuat mereka menguasai 13,4% pangsa pasar yang sebelumnya melulu 9,5%.

Apple sedang di peringkat ketiga. Angka penjualan mereka serupa tahun lalu, yaitu 45 juta unit. Membuat mereka menguasai market share 11,8%.

Xiaomi memenuhi posisi keempat. Pada kuartal ketiga tahun ini mereka dapat menjual 33,2 juta, sebelumnya 26,9 juta. Sehingga market share mereka dari 7% menjadi 8,5%.

Peningkatan penjualan juga disalin Oppo yang sedang di posisi kelima. Mereka dapat menjual 30,6 juta unit. Tahun kemudian Oppo sukses mencatat penjuala 29,4 juta. Ini membuatnya menguasai 7,9% pasar dari sebelumnya 7,7%.

Digempur Oleh E-commerce, Toko Smartphone Offline Masih Menjanjikan

Digempur Oleh E-commerce, Toko Smartphone Offline Masih Menjanjikan – Tren melakukan pembelian barang online yang terus bertambah belakangan, rupanya tidak menyurutkan peritel gadget membuka toko fisik. Setidaknya, ini tampak dari dibukanya Ponsel Mart, mini market yang menjual sekian banyak perangkat smartphone.

Berdasarkan keterangan dari Kim, Business Development Ponsel Mart, bisnis retail menjadi di antara sektor menjanjikan. Hal ini didorong oleh tumbuhnya ruang belajar menengah di wilayah penyangga ibukota dan kota kabupaten.

Hingga 2010, kata Kim, pertumbuhan ruang belajar menengah di Tanah Air menjangkau 46%. Angka itu akan terus tumbuh ke depannya.

“Tahun 2020, ruang belajar menengah akan merasakan peningkatan jumlah hingga nyaris 70% dan mendekati 80% pada 2030,” kata Kim ketika acara peresmian Ponsel Mart di Cengkareng, Tangerang, Jumat (10/11/2017).

Melihat situasi tersebut, Ponsel Mart coba memungut peluang. Mereka membina jaringan supermarket ponsel. Toko kesatu muncul di area Megastore, Ruko Diamond, Cengkareng. Selanjutnya, mereka bakal membuka cabang di Tangerang dan Bekasi.

“Kami hendak memudahkan konsumen supaya bisa memilih dan menemukan ponsel cocok dengan kebutuhannya. Konsumen selalu mengharapkan yang lebih, layanan nyaman, harga kompetitif, dekat dengan rumah, dan terbebas macet. Faktor-faktor berikut yang menciptakan Ponsel Mart mengincar pasar di lokasi padat warga yang jauh dari kemudahan mal,” papar Kim.

Kim juga yakin supermarket ponsel dengan menyasar konsumen yang tepat guna mempercepat laju bisnis Ponsel Mart. Apalagi mereka didukung oleh brand-brand ternama, laksana Samsung, Advan, Oppo, Vivo, Huawei, Asus, BlackBerry, Polytron dan Infinix.

Merayakan pendahuluan toko perdananya, Ponsel Mart melangsungkan serangkaian promo. Mulai dari diskon sampai 70%, beli 1 bisa 2 ponsel sampai undian berhadiah sepeda motor.

Strategi Cara Setiap Kampus Menyebarkan Teknologi Era Modern ke Masyarakat

Inovasi teknologi dapat merombak keterbatasan pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Karena tersebut masyarakat butuh diperkenalkan supaya antusias terhadap teknologi zaman now.

Dalam penjelasan tertulis dari President University, Senin (20/11/2017), mahasiswa di Fakultas Komputer tersebut menggelar event computing atmosphere atau lebih dikenal compsphere. Event tahunan dilangsungkan di Kampus President University pada 14-15 November 2017 dan bertujuan mendorong masyarakat guna berinovasi tanpa batas.

Hal ini cocok dengan slogan Fakultas Komputer President University ‘Think Future Go Further’. Koordinator acara, Nassya Muis menyampaikan, Compsphere sudah diadakan sejak 2015. Acara dilangsungkan terbuka guna umum, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, karyawan sampai orang-orang yang mempunyai antusiasme tinggi terhadap teknologi.

“Kami hendak memperkenalkan dunia teknologi untuk masyarakat sekitar. Kami mengimbau masyarakat guna turut mengembangkan diri,” kata Nassya.

Berdasarkan keterangan dari Nassya, masyarakat diimbau mengembangkan diri seiring dengan pertumbuhan teknologi dan menambah pengetahuan teknologi generasi muda Indonesia. Selain tersebut memperkenalkan karya-karya dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer President University.

Pada tahun ini Compsphere dipecah menjadi 4 kegiatan. Kegiatan itu yaitu lomba tingkat SMA sederajat (rally games, tes beasiswa guna siswa ruang belajar 12 dan cerdas cermat), lomba tingkat mahasiswa nasional (App Dev, Web Dev, serta ERP Simulation), seminar dan workshop mengenai teknologi, serta pameran thesis (skripsi) dari semua lulusan mahasiswa jurusan kiat informatika, sistem informasi dan desain komunikasi visual President University.

Peserta yang mengekor lomba di antaranya SMA Rosma Karawang, SMA Ananda Bekasi, SMK Negeri 1 Cikarang Selatan, SMK Bhinneka Karawang, Universitas Budi Luhur, Institut Teknologi Bandung, Universitas Multimedia Nusantara dan President University.

Sementara tersebut kegiatan seminar menghadirkan Senja Lazuardy Direktur Teknik Informatika AR&Co perusahaan AR (Augmented Reality) terbesar se-Asia, Endang Suwarna dari komunitas penggiat IoT Buitenzorg Makers Club yang bertempat di Bogor, serta Mr. Andy Cobham, Partner Wesley Clover International Corporation, Former President Director of BlackBerry Indonesia, dan Former President Director of Motorola Indonesia.

Untuk worskhop dibawakan oleh Wiradeva Arif Kristawarman dari di antara game studio di Bandung, Agate, dengan penyuluhan mengenai scrum dalam menciptakan sebuah game.

Apakah Benar Kamera Smartphone Huawei di Rancang Oleh Leica ?

Apakah Benar Kamera Smartphone Huawei di Rancang Oleh Leica ? – Kolaborasi Leica dengan Huawei semenjak tahun 2013 menciptakan pecinta fotografi penasaran dengan hasil kerja sama dua vendor itu.

Sebab, untuk kalangan fotografer, Leica adalahsalah satu pabrikan kamera legendaris dan dominan di dunia fotografi. Melalui Huawei, Leica mulai mengembangkan sayap ke smartphone.

Teknologi Leica pada lini Huawei dapat ditemukan di “P” series laksana P9, P20 atau P30 (non-lite) dan pun “Mate” series laksana yang sangat baru, Mate 20. Tapi sebetulnya seberapa jauh peran Leica dalam pengembangan kamera ponsel Huawei?

Dalam suatu sesi wawancara eksklusif di markas Leica di Kota Wetzlar, Jerman, Dr. Florian Weiler selaku Project Manager Optical Design Leica Camera AG mengungkap bahwa secara umum, andil Leica lebih tidak sedikit di sektor desain sistem kamera.

“Dari Leica, beberapa besar soal optical design dan kualitas, sedangkan bagian Huawei lebih tidak sedikit fokus pada algoritma dan software,” papar Wailer.

Ia sesumbar bahwa ada suatu tim eksklusif yang berkutat pada spesifikasi desain, teknologi optis, dan juga sejumlah inovasi lainnya guna dipasangkan ke ponsel Huawei.

Khusus guna fitur 5x hybrid optical zoom di P30 Pro, gagasan ini ternyata datang dari tim penelitian dan pengembangan (RnD) Huawei, bukan Leica.

“Ya, jadi dari RnD kami telah lama meriset mengenai sensor optical zoom ini,” jelas Changzhu Li, Vice President of Huawei CBG Smartphone Product Line.

Meski begitu, campur tangan Leica tetap dominan cukup signifikan. Lebih spesifik lagi guna quad-camera yang terpatri di punggung. Sebab, keterlibatan Leica tak tergolong di sektor kamera depan.

“Kami tidak bekerja secara langsung guna kamera depan, kami konsentrasi ke kamera utama,” imbuh Weiler. Namun, Li menyatakan sangat senang dengan penambahan kamera depan pada lini P30.

“Ya, tersebut (selfie) memang bertambah (kualitasnya), saya paling senang. Tapi selfie tersebut tricky, sebab gambar yang dipungut disesuaikan dengan yang Anda inginkan bukan cocok kenyataan,” kelakar Li.

Campur tangan Leica tak cuma guna gambar. Li pun sesumbar bahwa Leica turut tercebur dalam penambahan fitur video. Hal ini terlihat dari watermark Leica yang tertempel di sudut kiri video yang dipungut dari kamera belakang.

Meski begitu, Weiler menyatakan Leica tak terlalu tidak sedikit bekerja guna kualitas gambar di video.

“Pembuatan algoritma (video) lebih tidak sedikit dilakukan Huawei,” imbuhnya, melanjutkan penyampaian Li.

Harga Huawei P30 dan P30 Pro lebih Murah di China di Bandingkan Negara Eropa ?

Duo ponsel Huawei seri P30 baru saja dikenalkan di Paris, Perancis, pekan lalu.

Di kota dengan julukan “City of Lights” tersebut, varian termurah P30 dibanderol dengan harga 799 Euro (Rp 12,7 juta) sedangkan varian termurah P30 Pro dibanderol dengan harga 999 euro (Rp 16 juta). Harga P30 pro varian tertinggi menjangkau 1.249 euro atau Rp 20 juta.

Namun, di negara asalnya, yakni China, Huawei P30 dan P30 Pro disinyalir akan dibanderol dengan harga jauh lebih murah daripada harga peluncuran di Paris.

Hal ini diketahui dari bocoran gambar yang mengungkap informasi harga untuk semua varian P30 dan P30 Pro. Gambar ini telah tersebar di dunia maya lewat website microblogging Weibo.

Rencananya, informasi harga tersebut akan diumumkan pihak Huawei pada tanggal 11 April mendatang di suatu acara khusus untuk mengenalkan Huawei P30 dan P30 Pro di Negeri Tirai Bambu, tetapi agaknya kadung bocor.

Berdasarkan bocoran, varian termurah P30 reguler (RAM 8 GB + kenangan internal 64 GB), di China melulu dibanderol dengan harga 3.988 Yuan (Rp 8,4 juta).

Perlu dicatat, di China, P30 reguler melulu tersedia dalam varian terendah dengan RAM 8 GB. Sementara, di Eropa sendiri, terdapat P30 reguler dengan RAM 6 GB. Meski begitu, tetap saja harganya lebih murah walau dengan RAM lebih besar.

Lalu, varian termahal P30 Pro (RAM 8 GB + kenangan internal 512 GB) dibanderol dengan harga 6.988 Yuan (Rp 14,8 juta), bertolak belakang jauh dari harga Eropa yang selama Rp 20 juta.

Berikut informasi harga Huawei P30 dan P30 Pro yang bakal meluncur lewat suatu acara di China sejumlah hari yang bakal datang, menurut gambar bocoran.

Huawei P30
– 8 GB RAM + 64 GB storage – 3.988 Yuan (Rp 8,4 juta)
– 8 GB RAM + 128 GB storage – 4.488 Yuan (Rp 9,5 juta)
– 8 GB RAM + 256 GB storage – 4.988 Yuan (Rp 10,5 juta)

Huawei P30 Pro
– 8 GB RAM + 128 GB storage – 5.588 Yuan (Rp 11,8 juta)
– 8 GB RAM + 256 GB storage – 6.288 Yuan (Rp 13,3 juta)
– 8 GB RAM + 512 GB storage – 6.988 Yuan (Rp 14,8 juta)

Seluruh varian ini sudah dapat dipesan di website e-commerce China, VMall, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari GSMArena, Senin (1/4/2019). Meski begitu, belum diketahui tentu kapan penjualan perdananya dimulai.

Untuk ketersediaannya di Indonesia, Huawei P30 dan P30 Pro sendiri rencananya segera dijual di Tanah Air dan sesi pre-order akan dimulai pada tanggal 12 April 2019.

Bahkan e-commerce Lazada telah mendaftarkan kedua produk ini di website mereka. Namun, di website itu, kedua ponsel teranyar dari Huawei ini belum dapat dipesan dan harganya pun pun belum dipasang.

Belum diketahui apakah banderol Huawei P30 di Indonesia bakal lebih dekat ke harga di China atau Eropa.

Spesifikasi P30 dan P30 Pro

Huawei P30 adalahponsel dengan bentang layar 6,1 inci dilengkapi dengan desain poni bak cucuran air atau “dot drop” yang menampung kamera selfie 32 MP.

Di belakangnya, terdapat tiga kamera yang setiap mempunyai resolusi 40 MP, 16 MP, dan 8 MP, serta dilengkapi dengan LED flash.

P30 reguler ditenagai dengan chipset Kirin 980, baterai 3.650 mAh, RAM 6/8 GB, serta kenangan internal sampai 256 GB.

Sementara “kakaknya”, yaitu Huawei P30 Pro, mengangkat layar 6,47 inci dengan desain panel dual-curved OLED dan pun mempunyai poni berbentuk “dot drop”, serupa dengan P30.

Pada aspek kamera, P30 Pro dibekali dengan empat kamera. Masing-masing kamera mempunyai resolusi 40 MP, 20 MP, 8 MP dengan periscope zoom, dan modul sensor ToF. Ada pula LED flash yang mendampingi empat kamera P30 Pro.

Serupa dengan versi reguler, P30 Pro ditenagai chip Kirin 980 dan RAM 8 GB. Pilihan kenangan internalnya agak berbeda, P30 Pro punya varian kenangan internal sampai 512 GB.

Kedua seri P30 ini menjalankan sistem operasi Android 9.0 Pie dan antarmuka ala Huawei, EMUI 9.1.